Nasihat Seorang Ibu
& Komentar sejauh ini
Tinggalkan komentar
Seorang ibu pedesaan memberi nasihat kepada putrinya ketika melepasnya untuk diboyong sang suami dengan ucapan:
“Hai putriku, kamu akan berpisah dengan lingkungan tempat kamu dilahirkan dan meninggalkan sarang tempat kamu dibesarkan, pendah ke sangkar yang belum kamu kenal dan kepada kawan pendamping yang belum pernah kamu kenali sebelumnya.
dengan kekuasaan suamimu atas dirimu dia menjadi pengawas dan penguasa. jadilah pengabdi baginya supaya dia juga menjadi pengabdi bagimu.
hai putriku camkan pesanku yang sepuluh sebagai pusaka dan peringatan untukmu.
- bergaullah (berkawan) atas dasar kerelaan (ikhlas)
- bermuasyaroh dengan kepatuhan dan ketaatan yang baik
- jagalah selau pandangan matanya, jangan sampai dia melihat sesuatu yang buruk yang tidak menyenangkan hatinya. jaga bau-bauan yang sampai kehidungnya, dan hendaknya dia selalu mencium wewangian darimu
- celak mata memperindah yang indah dan air dapat mengharumkan bila tidak ada wewangian
- jagalah waktu-waktu makannya dan ketenagnan saat tidurnya, sebab perihnya perut disebabkan rasa lapar dapat mengobarkan amarah dan kurangnya tidur serng menyebabkan timbulnya rasa jengkel
- peliharalah rumah dan harta bendanya, dirinya, kehormatannya dan anak-anaknya. sesungguhnya menjaga harta bendanya adalah suatu penghargaan yang bai, dan menjaga anak-anaknya adalah perbuatan yagn mulia
- jangan engkau sekali-kali membocorkan rahasianya dan jangan menentang perintahnya. bial membocorkan rahasianya kamu tidak akan aman dari tindakan balasannya dan bilamenentang perintahnya berarti kakmu menanan dendam dalam dadanya
- janganlah engkau terlihat gembira di saat dia sedanag sedih dan susah, dan jangann bersikap murung saat dia bergembira. kedua hal ini dapat menimbulkan kesalahpahaan yagn akan membuat keruh rumah tanggamu
- muliakan dia agar dia juga memuliakanmu dan banyaklah bersikap setuju agar dia lebih lama menjadi pendampingmu
- kamu tidak akan mencpai apa yagn kamu inginkan, kecuali bila mengutamakan keridhoannya diatas keridhoanmu, dan mendahulukan hawa nafsunya terhadap hawa nafsumu dalam hal-hal yang kamu senangi dan yang kamu benci.
& Komentar sejauh ini
Tinggalkan komentar
Tinggalkan komentar
Baris dan paragraf terpisah secara otomatis, alamat email tidak akan ditampilkan, kode HTML diperbolehkan:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>



do U know that there’s many women doesn’t really care ’bout their husbands’ feeling, they keep do whatever they want even their husbands is not pleased with it…? it’s hard now to find a woman who has responsible with what God gives as responsibility as a wife. it also happens with men..
Komentar oleh aris nurjaman September 9, 2008 @ 9:44 pmOh God..!
Subhanallah, nasihat yang bagus
Komentar oleh mujahideen September 10, 2008 @ 3:08 pmWanita shalehah…”Mencipta rumahnya seindah surga, menjaga akhlaqnya sebening mata, qonaah selendangnya dalam rumah tangga, sejuk di kalbunya, tunduk pandangnya”.hehe,,,
Komentar oleh Dimaz September 13, 2008 @ 4:37 pmternyata jadi wanita muslimah yang benar2 sejati lumayan gampang2 susah yach…tapi butuh kesabaran and keep istiqomah. ia kan ???!!!
:):)
Komentar oleh nanda September 13, 2008 @ 4:42 pmSebuah harapan terbesarq tuk jadi wanita shalihah…Sungguh aq ingin meraih NYA..
Komentar oleh resca September 27, 2008 @ 5:17 amthat’s why I named my blog “mammyqu”, cz I love my Mom
Komentar oleh mammyqu Oktober 26, 2008 @ 2:04 pmPerasaan pesan ini bwt akhwat yg mw nikah…
Komentar oleh Ucup Juni 29, 2009 @ 11:57 amDah siap nikah teh…
he..he…
kayaknya teh ulee mah udah cukup….
Komentar oleh cha Agustus 20, 2009 @ 6:38 pmbuat nikah…
cayo..!!!