wahai…..Pemilik Suatu Cita Yang Mulia
maafkan aku….
maaafkan atas segala kekhilafanku
bukan maksud hatiku untuk mematahkan segala asamu
bukan maksud hatiku menghancurkan segala harapmu
wahai…..Pemilik Suatu Cita Yang Mulia
ku mohonkan kerendahan hatimu untuk memaafkan aku
*edqoustic*
wahai…..pemilik jiwaku
betapa lemah diriku ini
berat ujian dari-Mu
kupasrahkan semua pada-Mu
Tuhan…..baru ku sadari
indah nikmat sehat itu
tak pandai aku bersyukur
kini kuharapkan cinta Mu
kata-kata cinta terucap indah
mengalir berdzikir di kidung doaku
sakit yang kurasa biar jadi penawar dosaku
butir-butir cinta air mataku
teringat semua yang Kau beri untukku
ampuni khilaf dan salah
selama ini…..
Ya Illahi…..
muhasabah cintaku
Tuhan…..kuatkanlah aku
lindungiku dari putus asa
jika kuharus mati…
pertemukan aku dengan Mu.
berbalut megahnya “pakaian” keimanan
berhiaskan indahnya “sorban” tekad yang kuat
bersenjatakan semangat jihad
& berkawankan bayang-bayang kesyahidan
kami bergerak maju…..
berperang demi mempertahankan kehormatan
kami bergerak maju…..
berperang demi merebut kemuliaan tanah Al Aqsho
long time no see, sorry, lagi super sibuk nih….:)
duh seneng banget …..
UAC dah beres + tadi temen2 ane kasih something buat ane . apa ya isinya??????
oh ya , moga2 kita semua lulus ya friends…….good luck for you all……..
AND TETEEEEEEEEPPPPPP……
KEEP ISTIQOMAH NYA’!!!!!!!!!!
Aku terjebak dalam satu keadaan yang seharusnya dapat cepat kutinggalkan
Namun entah kenapa kaki ini tak bisa melangkah, pergi jauh meninggalkan keadaan ini
Sebenarnya diri ini pun tahu bahwa ini tak boleh berlanjut sama sekali…..
Namun rasa dihati mengalahkan segalanya…..
Maaf……
Bagi engkau “sang pengantin yang menyinari zaman”
1. Doa wanita lebih makbul daripada lelaki karena sifat penyayangnya yang lebih kuat dari lelaki.
2. Wanita yang Sholichah itu lebih baik daripada 1000 orang lelaki yang sholeh.
3. Barang siapa yang menngembirakan anak wanitanya, derajatnya seumpama orang yang senantiasa menangis karena takutkan Allah.
4. Barang siapa yang membawa hadiah ( oleh-oleh ) lalu diberikan kepada keluarganya, hendaklah mendahulukan anak wanitanya dari anak laki-laki.
There was a kid with the slingshot in his hand
And a pocketful of stones in his pocket
Ready to shoot and to attack
The soldiers of Israel and
Their tanks that will pass through
Anger and sorrow mixed with jihad spirit
On His heart
“Dari bawah reruntuhan rumah-rumah kami ,
Tempat-tempat kerja, kota-kota,
Kamp-kamp pengungsian,
kami bangkit untuk mngatakan kepada
penjajah Israel :
kalian telah gagal mematahkan semangat kami
Dan kalian tidak akan pernah berhasil !!!





